Demokrat menang merebut 20,28 % suara Pemilu caleg 2009. Inilah hasil akhir quickcount LSI yang di update terakhir 12 April pukul 13.26 WIB. Tentu kita tetap akan menunggu hasil rekapitulasi KPU. Tapi banyak orang percaya hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan quickcount
Inilah demokrasi kita pemenang pemilu menguasai 20 % suara. Siapapun capres yang akan menang pemilu nanti ia hanya akan mampu membentuk pemerintahan yang lemah. Pemerintahan yang dibangun dengan banyak kompromi. Kompromi atas dasar kepetingan partai-partai, kepentingan rakyat ya urusan nomer dua. Dulu orang suka menyebut hal ini politik dagang sapi.
Politik di Indonesia memang rumit dan aneh. Demikian banyak orang bernafsu membuat partai. Celakanya UU politik kita memberi peluang untuk itu. Akibatnya jelas suara rakyat yang sangat terfragmentasi ini membuat makna kedaulatan rakyat menjadi samar-samar. Coba apa makna kemenangan Demokrat kali ini ? Dengan suara 20% kita tidak dapat menyimpulkan bahwa mayoritas rakyat mendukungnya. Tapi kita juga akan salah bila tidak mengakui bahwa legitimasi politik Demokrat kini adalah yang paling tinggi. Repot kan ?
Coba kalau parpol di Indonesia hanya ada 2. Jadi rakyat sungguh enak, simpel, tidak pusing. Tidak setuju partai yang memerintah ya tinggal pilih partai yang tidak berkuasa. Hasil pemilunya pun jelas maknanya, yang suaranya lebih banyak itulah yang didukung rakyat. Pemenang pemilu pasti didukung mayoritas rakyat.
Untuk kepentingan bangsa ketentuan parpol peserta pemilu kedepan harus makin ketat lagi. Bila perlu buat electoral threshold itu 5 %. Jadi pemilu 2014 hanya akan ada 7 peserta pemilu; Demokrat, Golkar, PDIP, PKS, PAN, PPP, PKB. Tahun 2019 naikkan lagi electoral threshold menjadi 10 % dan mungkin hanya akan tinggal 3 parpol peserta pemilu. Tahun 2024 naikkan lagi electoral threshold menjadi 25 % biar tinggal 2 parpol saja.
Kebebasan berpolitik tetap diakui. Mau bikin partai boleh saja. Tapi partai baru yang mau ikut pemilu syaratnya harus super ketat. Jumlah pendukung harus sesuai dengan jumlah electoral treshould Dan verifikasinya pun harus sangat baik. Jangan segampang sekarang.
Skema ini pastilah akan ditolak oleh para politisi kita. Terutama politisi dari parpol menengah dan kecil yang akan tersingkir dari pemilu. Argumennya bisa banyak …bla..bla…bla. tapi ujungnya sebenarnya kepentingan pribadi dan kelompoknya. Jadi mereka ini nggak usah didengerin karena kepentingan bangsa yang lebih luas tidak menjadi prioritas mereka.
Gimana, anda setuju dengan usulan saya. Berikan dukungan anda ! Kini saatnya rakyat membuat perubahan. Demi demokrasi dan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Powered by Zoundry Raven








Komentar Terakhir