Seandainya aku jadi presiden, aku akan panggil Kapolri. Aku semprot habis dia. Aku akan bilang jadi polisi nggak boleh plintat-plintut. Bilang A, besok ganti bilang B. Selidiki dulu yang benar baru diumumkan. Bikin malu saja, kampungan, nggak professional.
Aku maki-maki dia. Aku akan bilang kalau anak buahnya nggak beres jangan dibelain. Karena itu akan jadi penyakit. Satu nggak beres seluruh insititusi akan ketularan sakit semua. Kalau perlu tindak tegas saja, apalagi ini soal yang sangat prinsip sekali.
Aku akan tonjok-tonjok dadanya. Aku akan bilang KPK itu gerbong pemberantasan korupsi sekarang. Kalau dia ganggu KPK, berarti menghancurkan bangsa ini karena tak akan bisa lepas dari korupsi. Aku akan bilang lagi, seharusnya polri ngaca diri, apa yang telah ia buat selama ini untuk memberantas korupsi.
Aku akan tunjuk-tunjuk mukanya. Aku akan bilang kamu ini aku angkat untuk membantu agar tugas saya jadi ringan, bukan malah menyusahkan seperti sekarang ini. Saya ini ingin menjadi presiden yang bersih. Punya pemerintahan yang bersih.Saya ingin di masa jabatan saya yang kedua ini saya dikenang sebagai presiden yang paling konsisten memberantas korupsi.
Aku kan bilang. Saya ingin masuk sejarah, menjadi tokoh besar, tokoh hebat, dipuja-puji sepanjang masa. Cuma pernah menjadi presiden saja itu nggak cukup. Saya ingin menjadi presiden yang paling hebat yang pernah dimiliki bangsa ini. Saya ingin berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Apapun akan saya hadapi, karena dibelakang saya mayoritas rakyat mendukung saya bulat-bulat.
Terakhir aku akan ancam dia dengan sekeras-kerasnya. Jika kriminalisasi KPK tidak dijalankan dengan cara yang sophisticated, aku akan memecatnya. Kalau dia menangani KPK dengan cara-cara kampungan lagi aku akan mengantinya.
Sudah itu aku akan tepuk punggungnya, mengantarnya keluar ruangan dan berkata lembut; Ngerti kan apa yang saya maksudkan ?
Powered by Zoundry Raven







alo pak sulis…
Oleh: dr agus on Desember 18, 2009
at 3:49 pm