Oleh: pak mayar | April 7, 2009

Say No To Mega dan Citizen Jurnalism

Anda sudah buka Facebook Say No To Mega ? Kabarnya hari ini account ini sudah ditutup. Kemarin yang mendaftar untuk mendukung kabarnya mencapai 30 ribuan. Anda ketinggalan ? Jangan kawatir, silakan googling kini ada blog Say No To Mega part 2. Pendukungnya telah masuk angka 8 ribuan. Kalau ditutup lagi ? Ya akan muncul lagi part 3. Pasti.

Kebebasan warga negara kini tidak tertahankan lagi. Kita bisa setiap saat menyebarkan ide dan pendapat kita di dunia maya. Think-Write and Publish kini semua saja bisa melakukannya. Kalau ada yang tidak setuju ya boleh-boleh saja. Yang tidak setuju dengan facebook Say No To Mega ya bikin saja facebook Say Yes To Mega. Atau bikin facebook Say No To SBY, atau Say No To JK dll. Gampang kan. Gak perlu sewot.

Tapi nampaknya tidak semudah itu. Kini mulai ribut pembuat facebook Say No To Mega kabarnya dapat diancam pidana. Ada yang bilang bisa didenda 24 juta. Nah makin heboh kan. Kita tunggu saja perkembangannya. Kalau tim sukses bu Mega sungguh menempuh jalur hukum, ini justru bagus. Ini akan jadi ujian bagi era citizen jurnalism Indonesia.

Kalau benar nanti jadi perkara hukum para netter wajib menyimak proses ini. Ini jadi test case yang menarik. Kita akan uji bersama sejauh mana kebebasan ala citizen jurnalisme ini dapat kita lakukan tanpa menabrak koridor hukum positif yang berlaku.

Pro kontra silakan saja. Berwacana boleh saja. Tidak mendukung salah satu capres 2009 adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang. Mengajak orang lain untuk tidak mendukung capres tertentu tidaklah salah. Ini kadang secara lisan kita lakukan pada teman dan kenalan. Apalagi para pendukung capres dan tim sukses. Mereka tentu melakukannya dengan berbagai macam cara. Lebih canggih, sistematis dan kadang manipulatif.

Memang melakukan itu di ruang publik tentu jadi berbeda. Apalagi bila dilakukan dengan kasar dan jahat. Maksudnya ya hanya asal bicara. Asal tidak suka. Maunya menjelek-jelekkan. Tanpa ada data dan fakta. Apalagi pakai bikin gambar capres dengan tanduk setan. Wah ….wah….wah…. Di negara Barat ini sah-sah saja. Tapi di negeri kita ?

Jadi mari kita wujudkan era citizen jurnalisme yang cerdas dan elegan. Yang pintar jangan mencecar yang bodoh. Yang baik jangan mencaci yang jahat. Yang benar jangan menginjak yang salah. Segala niat baik untuk memperbaiki nasib bangsa ini haruslah kita tujukan bagi keluhuran semua orang. Tanpa ini kita akan salah jalan. Bravo kebebasan, bravo keluhuran semua orang. ……………………..(penulis sudah mantap untuk menjadi golput pada pemilu capres 2009).

Technorati : , , ,
Del.icio.us : , , ,
Zooomr : , , ,
Flickr : , , ,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: