Oleh: pak mayar | April 17, 2009

Bengkulu Hari Ini, Membangun atau Merusak ?

Bengkulu terus bergerak. Pelan. Provinsi di pesisir Barat pulau Sumatera ini memang tidak memiliki takdir istimewa. Secara geografis agak terpencil dan potensi alam sebagai modal ekonomi tidaklah sebesar provinsi lainnya.

Sejak pertama kali aku menginjakkan kakiku di kota ini 15 tahun lalu, kota ini tidak banyak berubah. Kota kecil ini mengitari sebuah teluk dimana Inggris pernah membangun sebuah benteng besar, Benteng Marlborough. Pada masanya benteng ini adalah benteng terbesar kedua di Asia sesudah benteng di kota Madras India. Benteng ini masih kokoh berdiri.

Dari atas benteng ini kita bisa memandang Teluk Tapak Paderi. Airnya tenang, biru dan dangkal. Dari sinilah sejarah kolonial Bengkulu berawal. Inggris yang tidak beruntung merebut penguasaan rempah-rempah di bagian Timur Indonesia menemukan tanah Bengkulu sebagai penghasil lada yang menjanjikan. Benteng besar itu dibangun dengan keyakinan tersebut.

Ketika lada tidak lagi menjadi barang dagangan yang berharga Inggris meninggalkan Bengkulu. Raflles memilih untuk menguasai Malaysia dan Singapura. Dan kini sejarah mencatat bahwa keputusan itu sangatlah tepat.

Kini Singapura adalah bandar yang elok dan makmur. Wajah arsitektur kolonial Inggris yang kuat berpadu dengan wajah arsitektur modern yang gemerlap menghias berbagai sudut kota. Sebuah negara kecil yang hangat, gesit dan mewah. Meski demokrasi dan kebebasan kerap menjadi sorotan, Singapura adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

Bengkulu hingga hari ini belum mampu berbicara apa-apa. Miskin dan muram. Yang mencuat justru korupsi dan penghancuran benda peninggalan budaya. Semuanya bermula dari mimpi. Mimpi Bengkulu bisa menjadi Bali, menjadi Yogyakarta. Menjadi kota tujuan wisata turis mancanegara.

Peninggalan budaya kolonial Inggris menjadi aset wisata. Aset ini dipoles dan dipermak hingga menabrak batas-batas kaidah perlindungan cagar budaya. Atas nama wisata budaya pemda membangun monumen-monumen budaya yang ahistoris. Gerbang Pecinan, Gerbang Makam Inggris dan Terowongan Rahasia adalah monumen budaya yang mengingkari kebenaran sejarah masa lalu kota Bengkulu.

Kepalsuan, inikah yang hendak kita pertontonkan pada para wisatawan ?

Powered by Zoundry Raven

Technorati : , ,
Del.icio.us : , ,
Zooomr : , ,
Flickr : , ,


Responses

  1. apapun yang terjadi,bengkulu merupakan propinsi yang sedang berkembang,smangat jelas terlihat dari penduduk yang dinamis dan agamis,memang pemerintahan yang ada skarang lebih fokus untuk membangun sektor pariwisata,tetapi jika kita lihat lebih dalam bengkulu memiliki areal pertanian yang cukup luas guna menjadi produsen sektor pertanian yang handal.smoga pemerintahan agusrin mau lebih memberdayakan apbd untuk lebih fokus ke sektor pertanian dengan membangun pabrik-pabrik pendukung sektor pertanian tersebut.

  2. Renungan yang dalam banget. Semoga artikel ini terbaca oleh orang Bengkulu…amiin.

  3. Keren bgt blogger bapak!
    Jadi salut nieh!
    Hehehe…

    Thank’s..

    -C’V-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: