Oleh: pak mayar | April 18, 2009

Lagu Laskar Pelangi dan Iklan Rokok Nidji, Sebuah Inkonsistensi Moral

Sudah lihat iklan rokok group band Nidji. Iklan rokok Jarum Coklat. Iklan ini menuai kontroversi. Kak Seto menyayangkan iklan ini. Bagi Kak Seto group Nidji bisa menjadi model panutan yang baik bagi anak-anak. Tahu lagu Laskar Pelangi kan ? Lagu ini sangat bagus, lagunya ceria khas dunia anak dan liriknya benar-benar hebat. Penuh inspirasi.

Lagu Nidji itu dengan indah mampu merangkum seluruh pesan dalam novel dengan judul sama. Novel Laskar Pelangi adalah novel amat menggugah. Pesan utamanya adalah mengajak orang untuk berani bermimpi. Dan berjuang untuk membuat mimpi itu terwujud. Setiap orang pasti mampu mewujudkan mimpinya apapun kendala yang dihadapi.

Nidji mampu menciptakan lirik dan lagu untuk mengungkapkan pesan tersebut. Lagunya riang, penuh rasa optimis, mengagungkan persahabatan dan semangat pantang menyerah. Lebih lengkap lagi ada nilai religius di dalamnya. Lagu ini amat digemari anak-anak. Dan Nidji menjadi band idola anak-anak.

Kak Seto, tokoh yang amat peduli dengan hak-hak dan pendidikan anak ini tentu amat senang dengan lagu ini. Dan ia tidak keberatan jika Nidji menjadi band idola anak-anak. Karena Nidji punya lagu yang sangat baik bagi perkembangan diri anak.

Nah kira-kira ngerti kan kenapa Kak Seto kecewa dengan iklan rokok Nidji. Bagi Kak Seto iklan rokok Nidji akan memberi pengaruh yang buruk pada anak-anak. Group band idola anak-anak itu kini mempromosikan rokok. Sesuatu yang sungguh amat buruk bagi dunia anak-anak.

Tapi Giring vokalis group Nidji merasa tidak bersalah. Ia mengatakan bahwa dalam iklannya ia tidak menganjurkan orang untuk merokok. Dan di iklan itu ia juga tidak merokok. Ia mengaku bersikap profesional sebagai group band.

Sebuah jawaban yang amat naif. Sejak beberapa tahun lalu pemerintah telah mengatur jam tayang iklan rokok serta materi iklan rokok di televisi. Iklan rokok harus tayang di atas jam sembilan malam dan tidak boleh ditampilkan gambar orang sedang merokok dalam iklan rokok.

Barangkali benar Nidji bersikap profesional. Diminta bikin soundtrack film Laskar Pelangi ia kerjakan. Diminta nyanyi dalam iklan rokok ia juga kerjakan. Apa yang salah ? Yang salah adalah tidak ada yang mengharuskan Nidji untuk menerima tawaran iklan rokok tersebut. Pilihan untuk menerima atau menolak ada di tangan personel Nidji.

Ini adalah pilihan moral. Pilihan antara yang baik atau buruk. Sikap profesial tanpa didasari komitmen moral yang kuat hanya akan melahirkan pribadi-pribadi pragmatis, tidak konsisten tidak punya integritas. Lagu Laskar Pelangi dan iklan Jarum Coklat Nidji adalah gambaran sikap tidak konsisten tersebut. Yang satu memiliki pesan yang amat baik untuk anak-anak, yang satunya lagi memiliki pesan yang amat buruk bagi anak-anak.

Powered by Zoundry Raven

Technorati : , , , ,
Del.icio.us : , , , ,
Zooomr : , , , ,
Flickr : , , , ,


Responses

  1. A*AaaaaNAaAXAaAJA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: