Oleh: pak mayar | April 22, 2009

Pasang Surut Hubungan SBY-JK dan Kualitas Pemimpin Bangsa

Paska pemilu legislatif April 2009 kemarin ternyata membuka babak baru hubungan SBY JK. Sebelum pemilu JK dengan percaya diri menantang SBY dengan slogan kampanye “Lebih Cepat Lebih Baik”. Saat perolehan suara Golkar rontok JK menjilat ludahnya sendiri dan merengek ke SBY untuk jabatan wapres.

Merasa di atas angin SBY tidak serta merta menerima. Pengalaman 5 tahun bersama JK ternyata bukan cerita indah bagi SBY. Sebuah cerita yang agaknya tidak ingin diulang kembali. Maka jelas keinginan JK untuk kembali bersama SBY tidak diterima dengan wajah berseri-seri layaknya perjumpaan kekasih yang lama tidak bersua.

SBY ragu, menimbang-nimbang dalam waktu lama. Di satu sisi dukungan Golkar di parlemen akan menjamin munculnya pemerintahan yang kuat. Namun di sisi yang lain SBY tidak lagi merasa bahagia bersama JK. Pencalonan JK sebagai capres menjelang pemilu kemarin agaknya dianggap sebagai kesalahan. Menjadi jelas bagi SBY bahwa JK sungguh-sungguh punya ambisi untuk menjadi R1. Seorang wapres yang memiliki ambisi untuk menjadi presiden bukanlah partner yang diinginkan SBY.

Hubungan SBY-JK kini menjadi sebuah drama politik. Beritanya di televisi pun dikemas mirip-mirip acara infotainment. Kedua belah pihak menggunakan media massa unuk menyampaikan pesan, untuk berkomunikasi. Kita pun larut dalam melodrama tersebut. Sambil mencoba-coba menerka akhir kisah yang ada. Rujuk ataukah talak tiga yang akan diputuskan.

Inilah gambaran politisi kita. Sangat tidak dewasa. Hubungan SBY-JK semestinya bisa dibicarakan secara elegan antar mereka berdua. Atau antar pimpinan partai. Ketemu, bicara terbuka,bila perlu berdebat lalu ambil keputusan bersama.

Tapi itu tidak terjadi. Ini menunjukkan ada yang tidak beres dalam komunikasi mereka. Ketika bertemu mereka tidak mampu terbuka. Ada banyak hal yang agaknya tidak dapat terungkapkan dalam kata-kata. Mengganjal di dalam hati. Pertemuan mereka tidak lebih hanya basa-basi. Akibatnya pertemuan mereka tidak menghasilkan apa-apa. Dan kini mereka berkomunikasi melalui media massa.

Kita dibuat hanyut dengan drama yang mereka mainkan. Namun saya berharap drama ini lekas berakhir. Karena drama ini sesungguhnya tidak pantas dipertontonkan oleh para pemimpin bangsa.

Powered by Zoundry Raven

Technorati : , , , ,
Del.icio.us : , , , ,
Zooomr : , , , ,
Flickr : , , , ,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: