Oleh: pak mayar | April 26, 2009

Patung Sukarno-Fatmawati dan Partisipasi Warga Kota Bengkulu dalam Membangun Ruang Publik

Pernah dengar patung orang naik kuda di Simpang Lima, Kota Bengkulu mau diganti ? Ya patung yang umurnya belum genap dua tahun itu akan dipindah. Ada yang keberatan ? Rasanya tidak. Patung itu ada atau tidak ada nggak ada yang peduli.

Dulu orang demikian ribut mempersoalkan rencana pembangunan patung tersebut. Heboh. Eh giliran patung selesai dipasang ….patungnya kecil, jelek dan nggak jelas patung siapa dan apa maunya. Yang ngerti makna patung itu cuma yang punya rencana, yang punya proyek.

Saking kecilnya patung itu, ia tidak menarik dilihat dari sudut manapun. Akibatnya pesan dari patung itu tidak dapat ditangkap. Dan yang paling penting patung ini tidak membuat masyarakat Bengkulu bangga. Patung sak-uprit, jelek lagi gimana mau bikin bangga. Sekarang mau dipindah ya silakan saja. Lebih cepat lebih baik. Dipindah kemana saja ….terserah.

Tapi tunggu dulu, kalau dipindah apa gantinya. Kabarnya patung Pak Karno dan Ibu Fatmawati. Wah hebat donk. Tapi jangan buru-buru dibangun. Kita berharap rencana pembangunan patung baru harus lebih cerdas dari sebelumnya. Sia-sia kan, sudah buang duit banyak, hasilnya tidak ada. Maka pembangunan patung baru itu harus lebih baik. Caranya ?

Libatkan masyarakat seluas mungkin dalam perencanaan. Patung ini akan menjadi milik publik, milik masyarakat Bengkulu. Menjadi kebanggaan, menjadi inspirasi bagi masyarakat Bengkulu. Dan jangan lupa yang membiayai adalah masyarakat Bengkulu, jadi masyarakat harus dilibatkan. Caranya ?

Cara yang paling gampang adalah disayembarakan. Terbuka bagi siapa saja. Lalu bentuk Tim Juri melibatkan budayawan, arsitek, tokoh masyarakat. Tentukan nominasi. Lalu masyarakat Bengkulu suruh memilih. Tentukan juaranya menutut versi juri dan versi pilihan masyarakat. Kemudian dua desain patung itu digabungkan oleh sebuah tim perancang. Hasilnya tunjukkan lagi ke masyarakat untuk mendapatkan tanggapan. Jika banyak orang setuju ya segera dibangun.

Ini memang makan waktu. Tapi hasilnya pasti lebih baik. Patung itu akan menjadi milik masyarakat Bengkulu yang sebenar-benarnya. Karena yang melahirkan patung itu adalah masyarakat.

Dan jangan lupa bikin dalam ukuran yang besar. Supaya ia bisa menjadi salah satu landmark kota Bengkulu. Landmark kota yang membuat orang Bengkulu semakin bangga dengan kotanya. Rasa bangga ini penting karena dapat menjadi modal budaya bagi pembangunan dan kemajuan kota Bengkulu. Setujukah anda ?

Bang Ken jangan ulangi kesalahan pendahulu anda ? Mari kita buat sesuatu yang dapat membuat kita semua bangga menjadi warga kota Bengkulu.

Powered by Zoundry Raven

Flickr : , , , , , , ,
Zooomr : , , , , , , ,
Del.icio.us : , , , , , , ,
Technorati : , , , , , , ,


Responses

  1. ya kami sangat mendukung untuk segera di bangun patung tersebut,biar ada sejarahnya tokoh pahlawan kita yang kita banggakan .kami dari masyarakat kota bengkulu sangat mengharapkan untuk dibangun penggati kuda di simpang lima itu,menjadi patung bung karno .di adalah toko kebanggaan kota bengkulu…………..ayo bang ken masyarakat siap mendukung………

    • trims bang Rusdi, tapi kayaknya bang Ken adem2 aja nih.
      Bang Ken kalau jadi buat patung baru jangan diem2 saja ya.

  2. sangat baik,jangan ditungguh lagi,jadi ada kebanggaan kota bengkulu,lihat yogyakara…nah bengkulu bagaimana ayo…….sangat mendukung masyarakat bengkulu…….ayo bang ken kita bersama ……..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: