Oleh: pak mayar | April 29, 2009

Menggugat Penilaian UN Yang Tidak Transparan

Ujian nasional (UN) adalah sesuatu yang biasa. Namun dalam dunia pendidikan kita UN menjadi begitu mengharu biru sejak lima tahun belakangan ini.

Ya sejak UN ditetapkan sebagai penentu kelulusan siswa. Betapapun bagusnya prestasi anak selama 3 tahun, namun jika hasil UN tidak memenuhi syarat kelulusan ia tidak lulus. Pernahkan juara olompiade di Jateng tidak lulus ujian.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh kebijakan ini begitu luar biasa dan amat dalam. Pembelajaran menjadi dangkal karena melulu berbentuk drill soal. Tekanan besar yang dihadapi guru dan kepala sekolah.Tak jarang mereka justru yang mengambil inisiatif untuk merancang kecurangan dalam pelaksanaan UN. Integritas moral pendidik dan sekolah akhirnya menjadi korban.

Belum lagi tekanan psikologis yang dihadapi anak. Sekolah menjadi dunia yang tidak menyenangkan, tidak membahagiakan. Apa yang akan kita harapkan dari proses pembelajaran yang tidak menyenangkan. Nol. Kita tidak akan mempelajari apa-apa dalam suasana pembelajaran yang tidak menyenangkan.

Apalagi proses penilaian dalam UN sangat tidak transparan. Anak yang biasanya sangat pandai tetapi tiba-tiba mendapat nilai 3 dalam UN (dan artinya tidak lulus) tidak pernah bisa mendapatkan jawaban kenapa ia dapat nilai 3. Soal mana saja yang salah ia kerjakan. Panitya kota hingga provinsi tidak pernah memberikan akses kepada siswa atau orang tua untuk mengungkap hal tersebut. Lembar jawaban dan kunci jawaban adalah rahasia negara. Jadi nilai 3 itu seumur hidup akan tetap jadi misteri bagi anak. Ngeri kan.

Tidak ada akuntabilitas dalam proses penilaian UN selama ini. Di sekolah hal ini dijunjung tinggi setiap hari. Habis ulangan soal dan jawaban dibagi oleh guru, jawaban dibahas, dan anak diminta kembali mengoreksi jawabannya, kalau guru salah memberi nilai akan dikoreksi kembali. Transparan dan dapat dipercaya. Proses penilaian dapat dipertanggungjawabkan.

Mengapa proses penilaian dalam UN tidak dapat transparan ? Nah ini susah menjawabnya. Tapi bagi saya gampang saja. Kalau semua proses penilaian UN itu benar adanya maka sesungguhnya tidak perlu takut untuk bersikap transparan. Gampang saja, kalau soal 40, siswa menjawab benar 12 soal, nilainya sudah pasti 3. Tunjukkan lembar jawaban anak dan tunjukkan kunci jawabannya. Suruh ngitung sendiri. Selesai. Anak dan orangtua puas.

Jika tidak mau bersikap transparan berarti ada yang ditutup-tutupi. Apa itu wah banyak kemungkinannya. Dulu yang pernah santer terdengar di tahun 2004 adalah konversi nilai. Apakah kini masih berlaku namun bersifat rahasia ? Barangkali saja. Siapa yang tahu? Selagi transparasi dan akuntabilitas UN tidak dapat diwujudkan……. segala sesuatu bisa saja terjadi.

Kasihan sekali anak-anak bangsa ini, nasibnya ditentukan oleh sesuatu yang tidak jelas. Ibarat memasuki lorong waktu yang serba gelap. Tidak ada kepastian tidak ada yang bisa dijadikan pegangan. Seperti menyerahkan diri pada sang nasib yang tak bisa dilawan.

Padahal nilai berapapun yang diperoleh anak sesungguhnya dapatlah dijelaskan secara rasional dan gampang. Dan untuk proses pembelajaran hal ini benar-benar wajib untuk dilakukan. Tapi dalam kasus UN hal ini tidak boleh dilakukan. Aneh, ironis sekaligus mengundang kecurigaan.

Kelulusan UN 2009 nanti …entah apa yang terjadi lagi. Semoga tidak ada lagi siswa-siswa pintar yang menjadi korban. Korban penilaian UN yang tidak transparan. Tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Anda baru selesai UN ?  Waspadalah…waspadalah……kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya…. tapi karena anda memberi kesempatan.

(Tulisan ini diedit kembali dari artikel Hardiknas dan Raport Merah Dunia Pendidikan Kita)

Powered by Zoundry Raven

Technorati : , , , , , ,
Del.icio.us : , , , , , ,
Zooomr : , , , , , ,
Flickr : , , , , , ,


Responses

  1. assalamu’alaikum

    pak, saya siswa smp kelas 9 di Jakarta Timur. Penguin UN tgl 20 juni kmrn itu memilukan sekali, pak. Sekolah saya memang 100% lulus (alhamdulillah). Tpi bukan itu masalahnya.

    masalahnya nilai UN sekolah saya benar-benar diluar dugaan. paling tinggi cuma 37.45 dan rata-rata nilai UN nya 33-35. Padahal sekolah saya peringkat 1 se-JakTim.

    SMP negri Unggulan di Jaksel nilai UN nya berbeda skali sama JakTim. saya gak mau nyebut skolah mana. nilai paling tingginya saja sampe 38.95 dan kebanyakan siswa/i nya dpt nilai 36-37.

    Saya bingung sekali pak. Ini benar-benar pukulan keras. masalahnya, selama TO, nilai Sekolah saya dengan SMPN Jak-Sel itu selalu bersaing ketat. Dan kebanyakan teman-teman saya dan siswa Smp negri itu ngincer SMA negri yang sama.
    Ternyata, usut punya usut, anak-anak smp itu banyak sekali mendapat bocoran soal. Teman saya yang sekolah di smp itu aja NGAKU! dia bilang, bocoran soalnya difoto kopiin, lalu dibagi-bagikan ke anak-anak yang mau. mendengar hal itu hati saya ancur berkepingkeping. Ternyata gitu, ya.. kok mereka gak malu sama perbuatan?

    hal yang lebih mengejutkan saya adalah soal UN untuk masing masing kodya berbeda! Inilah yang memperkuat KEBENCIAN saya sama Diknas. Nggak bisa lah soal beda tapi nilai disetarain. ini benar-benar bentuk kecurangan yang nyata. Terus terang, pak, saya peraih perak OSN biologi 2008 di Makassar. dan saya terpukul sekali ngliat nem saya yang banyak disalip ama anak-anak smp negri itu yang di bimbel selalu jauh dibawah saya. Yang saya bingung, kecurangan di SMP negri itu ternyata sudah bertahun tahun. Tapi kenapa kepala skolahnya gak bertindak?? Ada yang bilang bahwa sekolah itu adalah “anak emas”nya pemda DKI. jadi kalo kalah ama sekolah lain terutama swasta yaaa maluu dongg..

    Sebenernya masih banyak yang pengen saya sharing. masalahnya ini menentukan kita akan sekolah dimana. ini bukan lagi TO. tapi tes yang real. Smoga Allah membalas mereka dengan siksaan yang pedih. Baik siswa atau guru yang melakukannya serta pejabat DKI yang membantu atau juga MEMBIARKAN kezaliman terjadi di depan mata mereka. amin

    dari siswa yang merasa dizalimi dan dicurangi

    • Afa yang baik, nggak usah marah. Kebijakan UN ini memang telah menghancurkan moral pendidikan kita. Tidak jarang orang-orang diknas dan banyak sekolah menempuh cara-cara yang tidak benar. Sekolah bapak kalau TO se kota biasanya bisa masuk peringkat 3 besar, eh giliran UN anjlok urutan di bawah 15. Ini selalu begitu, kami hanya juara pas TO saja. Kami tidak senang, tapi kami tidak mau ikut-ikutan curang. Biar saja yang lain begitu.
      Afa harus bangga dengan sekolah Afa, karena tidak ikut berbuat curang. Afa juga harus bangga dengan hasil UN Afa, karena nilai itu adalah nilai yang sesungguhnya, diraih dengan segenap usaha dan doa. Biar pun kalah dengan kawan2 Afa yang berbuat curang, tetap harus disyukuri. Segala hasil usaha yang kita raih dengan cara-cara yang benar pasti akan membawa berkah bagi kita. Yakinlah nilai UN dan ijazah SMP Afa itu akan membawa kebaikan bagi masa depan Afa kelak.
      Kawan2 yang curang sebaiknya jangan dibenci, mereka sesungguhnya hanyalah korban dari kehancuran moral dunia pendidikan kita. Mereka justru patut dikasihani, kenangan di tahun terakhir mereka di SMP harus diwarnai dengan catatan hidup yang kelam, yang tidak dapat membuat mereka bangga kepada dirinya sendiri. Akan ada saatnya mereka sedih dengan hasil UN yang tidak menggambarkan usaha dan kemampuan mereka yang sebenarnya. Nilai UN mereka palsu.
      Afa, jangan sedih, sepanjang umur nanti Afa akan dapat mengenang hasil UN SMP dengan penuh kebanggaan. Kawan2 Afa tidak dapat begitu.

  2. Knapa sih mesti UN utk mnentukan kelu2sn.? Ini ga adil bnget! Pmerintah cm melihat seseorang melalui sebelah mata,cuma lewat 4 jam tanpa memperhatikan bi2t,be2t,dan bo2tnya .! Anak yang tadinya pintar kalo UN nya hancur pasti imagenya berubah jadi anak bego tetapi anak bego kalo nilai UNnya gede imagenya jg brubah jd anak pintar.
    Sedangkan coba kita lihat praktek UAN di lapangan, curang!! Nyesel banget gue ga nyontek pada waktu UN tadi,! Toh anak brandalan jg menglahkan gue yg selalu masuk 10 bsar di kelas

  3. yang bnr pngumuman unas bwt smp tu kapn ce?jgn diundur truz donk dah gag sbr n bikin streez aza!

  4. iya ni bang….aku ada pengalaman pahit juga ma UN. adik saya tahun ini ga lulus UN, padahal selama ini paling mentok dia 10 besar, paling sering 5 besar. eh dari sekolah 10 ga lulus termasuk adikku..gimana nih….kayanya ga bisa deh UN di buat di indonesia kita…kalo sekolahnya sudah standar sama semua baru bisa di buat UN lha sekolah aja belum standar gimana….yang buat soal di jkt, yang di pedalaman trus kaya apa….kan beda jauh ….

    • Buat sdr Dain, jangan diam saja, dorong pihak sekolah agar mengusahakan pemeriksaan LJK secara manual ke Diknas kota/provinsi. Tentu saja kalau pihak sekolah yakin bahwa penilaiannya selama ini benar. Pemeriksaan manual penting karena proses penilaian UN sekarang banyak kesalahan. Jangan sampai hak adik anda hilang gara-gara salah dalam proses penilaian.

  5. Duh jadi ngeri nih abis baca blog ini. Bkn apa2, sampe tadi saya yakin bgt kalo anak saya insya 4II lulus UN dg nilai yg bgs, tp stlh baca blog ini, saya jadi was2, gmn kalo mereka meriksanya asal? Gmn kalo ternyata tertukar? Atau buletinnya krg jelas?
    Pdhl anak saya juara math se Bekasi dan juara cepat tepat jg, dan dia yakin nilai math dan IPAnya bisa 100%. Tapi…….mudah2an apa yg saya takutkan tidak terjadi.

    • Bu Yoke W, saya berdoa supaya anak ibu bisa mendapat nilai UN sesuai dengan haknya, sesuai dengan segala usaha dan kerja kerasnya selama ini. Tapi saya juga berdoa agar masyarakat (siswa dan ortu) diberi akses untuk melakukan kontrol atas proses penilaian UN agar kepentingan siswa tidak dirugikan jika terjadi kesalahan.

  6. aku bingung k\’ bs ya muridQ nileiny B.Indo G kluar ? akhirnya g\’ lulus dech… padahal nilei MP yg laen bgus2. smesteran dia selalu rangking 1…. mdh2an LJK ny dkoreksi lg dech, biar kluar nileiny trus lulus. kshn ank & ortuny… 3 th bkn wkt yg pndek, dana jg buuuuanyk….. bg badan terkait INGAT….! TANGGUNG JAWAB ANDA DI AKHIRAT….! krn smpai akhir dunia ni kami g\’ kn terima ini, tanpa penjelasan yang masuk akal…!

    • Buat sdr Irul, kalau nilainya nggak keluar biasanya sih akan diperiksa kembali. Jadi tunggu saja. Kalau nilainya tidak lulus ini yang sulit. Panitya kota dan provinsi nggak mau ngecek lagi. Padahal anak dan orangtua kan penasaran, apalagi anak pintar. Pokoknya tidak lulus ya tidak lulus. Titik. Panitya dan proses penilaian nggakmungkin salah. Jadi nggak ada alasan diperiksa ulang. Begitu biasanya yang terjadi.

  7. kasih kelonggaran donk
    masak iya 12 taon belajar gagal karna 4 hari………..
    huh ngeri banget denger nx
    bisa2 aku stress dechhhhhh

  8. hai gimana hasil pengumuman UN 2009 sekarang

  9. ..sipp..tUh
    wlopun q bloM ujian..

  10. besok pengumuman niy…deg2an siy…tapi saya yakin bisa lulus…saya denger ad 8 soal dianulir y pada matpel BI….kemarin pas ujian banyak sekali soal2 jelek yg sebenerny ga layak jadi soal…

  11. wahhhh.. setojoooooo…

    aku kemarin baru UN.. wlopun soalnya gk susah..
    ( Mtk sih yg susah ama ipa )

    tp yg aku takutin itu buletanku.. itu masuk apa nggak..

    bisa gila kan aku.. 3 tahun belajar smp ehh gk lulus hanya karna 4 hari ujian… >.<…

    aku masih takut nih…

    • kalau model yang sekarang ya cuma satu yang dapat dilakukan ….berdoa, itu saja dik auliaadhie.
      kalau tiba-tiba tidak lulus ya tabah saja.
      habis gimana ? semuanya serba tertutup.
      kita tanya juga mereka tidak bisa apa-apa.
      paling hanya menjawab : tidak lulus ya karena nilainya tidak memenuhi syarat. itu saja. TITIK. Kita nggak bisa apa-apa.
      Tapi memang harusnya tidak begitu, karena ini dunia pendidikan.

  12. Bognya bagoes… theme nya sama dgn blog saya😉

    • trims, theme ini simpel saya suka, salam kenal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: