Oleh: pak mayar | Mei 2, 2009

Pilih Mana : Sekolah Gratis atau Kuliah Gratis ?

Sekolah Gratis. Ini kebijakan yang baik. Terutama untuk mencapai asas pemerataan dalam pendidikan.Tapi sesungguhnya di tingkat pendidikan dasar dan menengah kebijakan ini tidak perlu dipukul rata untuk semua golongan masyarakat.

Partisipasi masyarakat khususnya dari keluarga menengah atas dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan sekolah. Jujur saja pemerintah toh belum sanggup untuk membuat semua sekolah kita benar-benar tercukupi fasilitasnya. Berapa persen sih sekolah kita yang telah memiliki lab komputer dan internet yang memadai, perpustakaan yang memadai. Boro-boro lab komputer, gedung sekolah yang bobrok dan hampir roboh saja masih banyak kita jumpai.

Sekolah gratis idealnya diberlakukan terbatas kepada keluarga tidak mampu. Maka konsep beasiswa bagi siswa tidak mampu sesungguhnya lebih tepat sasaran. Bagi siswa yang berasal dari keluarga menengah ke atas tetaplah berkewajiban membayar uang sekolah. Keadilan tidak harus diartikan sesuatu berlaku untuk semuanya kan ? Apalagi unit cost pendidikan dasar dan menengah relatif belumlah tinggi.

Jika ini yang dijalankan justru akan terjadi subsidi silang. Siswa dari keluarga menengah ke atas memberikan kontribusi untuk menunjang peningkatan mutu sekolah. Hasilnya tentu juga bermanfaat bagi siswa tidak mampu yang tidak memberikan kontribusi apapun. Inilah justru keadilan, yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang miskin. Menunjang kemajuan sekolah sekaligus ibadah.

Komersialisasi pendidikan yang terang-terangan sesungguhnya terjadi di jenjang perguruan tinggi. Biaya kuliah sekarang sungguh memberatkan masyarakat. Maka akan menjadi kebijakan yang amat strategis seandainya pemerintah sanggup mewujudkan program kuliah gratis di perguruan tinggi negeri (PTN). Inilah barangkali yang lebih dibutuhkan masyarakat sekarang.

Sekarang ini PTN ramai-ramai menjual diri bagi siapapun yang berani bayar mahal. Kadang sampai tidak peduli dengan mutu input yang mereka terima. Ini adalah kesia-siaan dan PTN itu sesungguhnya sedang menipu dirinya sendiri, sekaligus menipu masyarakat.

Kira-kira pemerintah sanggup tidak mewujudkan kuliah gratis itu ? Ditengah ekonomi kita yang acakadut ini kita kadang menjadi pesimis dan tak berdaya. Tapi jangan pernah berpikir ini ide yang tidak masuk akal. Ini memang butuh komitmen, kerja keras, sikap cerdas dan juga keberanian. Tapi nomer satu komitmen dulu. Tanpa ada komitmen … ya kagak bisa diharap kan ?

Negeri kita ini kaya raya. Kekayaan alam kita melimpah dan dikeruk siapa saja. Banyak kontrak karya pertambangan kita yang merugikan kepentingan kita. Tapi kita sering diam saja. Coba kita lebih berani memaksa mereka mengubah perjanjian. Hasilnya ya untuk pendanaan kuliah gratis. Ini baru satu cara saja. Tentu ada cara lainnya.

Ah andaikan para pemimpin kita seberani Hugo Chaves atau Evo Morales. Tahu kan mereka ini para pemimpin dari Amerika Latin yang gagah berani menghadapi perusahaan multi nasional yang menguasai kontrak pertambangan di negaranya. Perusahaan itu dilawan jika tidak mau mengubah kontrak karya mereka.

Coba ada calon presiden kita yang berani menjanjikan ini pada pilpres nanti. Saya tidak akan golput lagi. Ayo siapa yang berani menjanjikan program kuliah gratis ? Pak SBY, Pak JK atau Ibu Mega beranikah anda ?

Dijamin deh anda akan dipilih para pemilih muda, yaitu anak sma dan mahasiswa. Jumlahnya banyak lho, tanya saja pak Bambang Sudibyo…-habis saya tidak tahu persisnya berapa. Tapi jangan tanya KPU…payah mereka.

Dam bidam bidam du dam dam …kuliah gratis ada dimana-mana …… Kuliah Harus Bisa !

Powered by Zoundry Raven

Technorati : , , , , ,
Del.icio.us : , , , , ,
Zooomr : , , , , ,
Flickr : , , , , ,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: