Oleh: pak mayar | Juni 1, 2009

Pancasila dan Keindonesiaan Kita Hari ini

Hari ini 1 Juni adalah hari kelahiran Pancasila. Tetapi sepertinya kita tidak lagi peduli. Sepi. Apakah Pancasila tidak lagi penting bagi bangsa kita ?

Sejak Orde Baru keyakinan kita pada Pancasila mulai pudar. Inilah salah satu dosa Orde Baru. Pada masa Orba Pancasila ditetapkan sebagai asas tunggal kehidupan berbangsa dan bernegara. Indoktrinasi ideologi ini dalam bentuk penataran P4 secara masif dilakukan.

Sayangnya hal diatas tidak didasari oleh keyakinan yang penuh bahwa cita-cita keindonesiaan kita sungguh-sungguh telah diwadahi oleh Pancasila. Indoktrinasi Pancasila masa Orde baru dilakukan sebagai bagian dari strategi politik untuk mempertahankan kekuasaan yang menindas. Maka tak jarang gerakan-gerakan pro demokrasi pada masa itu dicap sebagai melawan Pancasila oleh rezim Orba.

Ketika reformasi 1998 berlangsung ada keinginan besar bahwa segala sesuatu yang berbau Orde Baru kita singkirkan dalam kehidupan berbangsa kita. Apapun itu, termasuk indoktrinasi Pancasila dengan segala macam bentuknya. Maka seketika kita tolak berbagai bentuk penataran P4.

Berbagai model pemahaman dan penjabaran Pancasila yang kaku khas rezim otoriter Orde Baru memang sesuatu yang salah dan patut kita sesali. Namun sayang sekali seandainya hal tersebut juga melunturkan keyakinan kita akan Pancasila. Pancasila sebagai nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kini mulai digugat secara terang-terangan maupun diam-diam.

Secara terang-terangan terjadi dalam proses legislasi berbagai produk perundang-undangan. Keindonesiaan dan kebhinekaan yang terwadahi dalam Pancasila tidak lagi diterima oleh alasan-alasan normatif kelompok agama tertentu.

Keindonesiaan kita memang belumlah selesai. Dan mungkin tidak akan selesai. Ia akan terus berproses untuk memperbaharui diri, khususnya agar ia senantiasa mampu menjawab tantangan jaman. Namun sekiranya kita selalu sibuk untuk terus mempersoalkan ideologi bangsa kita maka kesatuan dan kebhinekaan kita akan terus terusik.

Ditengah berbagai tantangan besar yang dihadapi bangsa ini, adalah hal yang ironis kita menghabiskan energi untuk saling bertentangan satu sama lain. Bangsa ini tidak akan kemana-mana jika persoalan ini tidak lekas diselesaikan. Kembali kepada Pancasila sebagai nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara mutlak dilakukan. Sesudah itu singsingkan baju dan lengan mari kita hadapi musuh kita bersama yaitu korupsi dan kemiskinan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: