Oleh: pak mayar | Juni 11, 2009

Deklarasi Kampanye Pemilu Damai, Untuk Apa ?

Untung ada Butet, jika tidak Deklarasi Kampanye Damai yang digelar KPU kemarin malam akan terasa garing. Seperti biasa gayanya segar, kritiknya pedas. Kasihan pak SBY, tidak bisa senyum lagi. Apalagi ditambah sambutan Mega yang juga tidak kalah pedasnya.

Tapi sebenarnya untuk apa sih deklarasi kampanye damai ini? Waktu pemilu presiden Amerika lalu tidak ada acara beginian. Apa karena kita sadar sebagai bangsa kita ini punya hobi gontok-gontokkan, punya hobi tawuran …gitu ya. Jadi daripada nanti kampanye kita juga gontok-gontokkan nah dibuatlah ikrar supaya waktu kampanye kita damai-damai saja. Benarkah ?

Saya tidak setuju dengan logika di atas. Memang sih gontok-gontokkan masih saja terjadi dimana-mana. Suporter sepakbola ngamuk, tawuran pelajar dan mahasiswa, tawuran antar desa/kampung, bahkan main gebuk atas nama agama juga ada. Tapi apakah itu juga muncul dalam kampanye pemilu ? Tidak kan, faktanya pemilu legislatif April lalu aman-aman saja.

Sepertinya masyarakat sudah dewasa. Kalau urusan pilihan politik mereka santai-santai saja. Mereka tidak saling ngotot. Mau ngotot juga tidak ada untungnya. Caleg yang di bela mati-matian nanti juga akan lupa kalau sudah terpilih. Mereka hidup enak, rakyat masih begitu-begitu juga. Ngapain ngotot-ngototan.

Kampanye pemilu legislatif lalu aman, damai dan tenang. Nah suasana panas justru muncul pada saat pelaksanaan pemilu. Jutaan orang tidak masuk DPT dan KPU tidak membuat sistem yang mampu mengatasi hal itu. Dan hingga hari ini tidak ada pertanggungjawaban atas hilangnya hak politik jutaan warga negara ini. Ini mencemaskan, karena tanpa adanya penyelidikan yang tuntas tidak akan ada jaminan bahwa hal yang sama nanti tidak akan terulang kembali.

Proses penghitungan suara yang lambat dan di beberapa tempat masih terjadi manipulasi makin membuat suasana paska pemilu makin panas. Tak jarang hal tersebut membakar emosi para caleg, tim sukses dan para pendukungnya. Di beberapa tempat bentrok fisik pun tidak terhindarkan lagi, bahkan disertai kerusuhan dan pembakaran kantor KPUD.

Kesimpulannya, tidak perlu deklarasi kampanye damai. Yang lebih dibutuhkan adalah Pelaksanaan Pemilu Damai dan Penghitungan Suara Damai. Tapi ini semua tergantung kinerja KPU sendiri. Kalau soal DPT pilpres besok beres maka pilpres akan damai. Kalau penghitungan suara dapat berlangsung cepat dan akurat, tidak ada manipulasi ya proses penghitungan suara akan damai. Jadi terserah KPU lah. Besok mau damai atau mau gontok-gontokkan, tinggal pilih saja.

Makanya kerja yang betul, jangan terlalu sering main ke Cikeas !

Powered by Zoundry Raven

Flickr : , , , , , , ,
Zooomr : , , , , , , ,
Del.icio.us : , , , , , , ,
Technorati : , , , , , , ,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: