Oleh: pak mayar | Juni 21, 2009

Mutu Capres 2009 dan Kegagalan Parpol Dalam Melakukan Rekruitmen Politik

Pemilu tinggal 17 hari lagi. Kampanye masih berlangsung, tapi makin lama makin menjemukan. Mega Pro sibuk menyerang segala kelemahan pemerintahan SBY. JK Win sibuk mengklaim perannya dalam keberhasilan pemerintahan SBY. SBY sendiri sibuk memainkan drama seorang ksatria melankolis yang mengeluh kesana-kemari meminta simpati. Ketiganya tidak bermutu.

Inilah kualitas para calon presiden kita. Apakah ketiganya adalah 3 calon pemimpin terbaik di negeri ini ? Sudah pasti tidak. Masih ada puluhan orang yang punya kemampuan untuk memimpin negeri ini ke arah yang lebih baik dari mereka. Hanya saja mereka ini tidak diberi kesempatan. Ada yang salah dengan proses rekruitmen politik kita.

Parpol kita belum memiliki sistem yang baik untuk melakukan rekruitmen politik. Parpol punya tugas untuk melakukan kaderisasi politik sekaligus menyiapkan calon-calon pemimpin negeri ini. Tapi apa yang terjadi, proses ini tidak pernah dilakukan. Mengapa demikian ?

Sebelum dijawab mari kita lihat fenomena Obama presiden kulit hitam pertama Amerika. Obama bukan petinggi partai Demokrat, begitupun Hillary Clinton lawannya dalam konvensi Demokrat. Mereka dipilih oleh para petinggi partai, diadu untuk dicari yang terbaik. Dan anggota partai Demokrat yang menentukan siapa terbaik dari keduanya, bukan petinggi partai. Petinggi partai menjadi The King Maker.

Bagaimana dengan parpol kita? Model rekruitmen politik yang demokratis tersebut tidak ada dalam parpol kita. Tahun 2004 Golkar pernah melakukan model konvensi ini, tapi hal ini tidak dilanjutkan oleh JK di tahun 2009. Di negeri kita ini para petinggi parpol kita tidak pernah memposisikan diri sebagai The King Maker. Secara terang-terangan mereka memiliki nafsu kuat untuk menjadi The King.

Mungkin di tahun 2014 nanti suasananya akan berbeda. Jika pemilu nanti SBY menang lagi, maka ia tidak boleh dicalonkan lagi tahun 2014. Mega berarti telah dua kali gagal dalam pilpres. Bagaimana dengan JK, tanpa pijakan di pemerintahan sulit rasanya JK maju lagi tahun 2014 nanti. Apa akibatnya, para pendekar tua yang kini menjadi calon presiden, pada pemilu 2014 nanti besar kemungkinan akan berubah menjadi The King Maker.

Mari kita berharap mereka bertiga mampu membangun sistem rekruitmen politik yang demokratis di partainya masing-masing. Dan di pemilu 2014 nanti kita boleh berharap memiliki calon-calon presiden muda, cerdas dan berkualitas. Tidak seperti sekarang.


Technorati : , , ,
Del.icio.us : , , , ,
Ice Rocket : , , , ,

Powered by Zoundry


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: