Oleh: pak mayar | Juni 24, 2009

Lupakan Pilpres 2009, Masa Depan Kita Ada Di Tahun 2014

Pemilu presiden 2009 belum lagi berlangsung, namun rasanya SBY akan menang. Saya bukanlah pendukung SBY. Saya tidak puas dengan pemerintahannya sekarang. Pun saya mencemaskan isue kontrak politik SBY dengan partai-partai Islam. Akankah Pancasila dan kebhinekaan masih menjadi fondasi keindonesiaan kita kelak ? Saya takut, tapi apa boleh buat, popularitas SBY amat tinggi. Jika tidak ada perubahan strategi kampanye yang luar biasa dari kubu Mega dan JK maka kemenangan SBY tidak tertahankan lagi.

Bagi saya pemilu presiden 2009 sudah selesai. Tidak menarik lagi dibicarakan. Maka saya lebih suka bicara pemilu presiden 2014. Berharap di tahun 2014 saya bisa menemukan calon presiden seperti harapan saya. Muda, cerdas, jujur dan kompeten/tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki nasib bangsa kita.

Pemimpin di tahun 2014 harus berusia muda. Usia 40 tahun juga boleh. Ini untuk memastikan agar ia bukan bagian dari kekuatan lama yang menindas dan yang korup luar biasa. Coba lihat sekarang, susah sekali memberantas korupsi. Wajar saja karena para pemimpin sekarang adalah bagian dari masa lalu Indonesia yang kelam. Tidak mungkin ia mampu membersihkan segala kebobrokan bangsa ini, bila ia bagian dari kebobrokan itu sendiri di masa lalu.

Jangan biarkan sisa-sisa rezim Orde Baru (ORBA) kembali berkuasa di tahun 2014. Karena mereka turut terlibat dalam penghancuran negeri ini selama masa ORBA. Jangan terperdaya dengan ucapan-ucapan mereka sekarang, yang ingin memperjuangkan kepentingan rakyat. Padahal dulu mereka ikut menindas rakyat. Bahkan mereka hidup enak di atas penderitaan rakyat.

Pemimpin harus cerdas. Pemimpin yang cerdas adalah pemimpin yang mampu menyakinkan banyak orang. Mampu menyatukan banyak orang. Mampu memotivasi dan menggerakkan banyak orang. Dalam konteks Indonesia, banyak orang itu adalah seluruh komponen bangsa. Pemimpin yang hanya sanggup menggerakkan kelompoknya sendiri sembari menebarkan ketakutan kelompok lain….maaf saja ia tidak layak untuk memimpin bangsa Indonesia.

Jangan mau dipimpin oleh seseorang yang hanya pintar berkata-kata. Pemimpin yang suka memuji dirinya sendiri. Apalagi pemimpin yang melankolis dan suka minta dikasihani. Pemimpin seperti ini mau melakukan apa saja agar ia berkuasa. Jangan ngomong tentang membangun karakter bangsa, pemimpin type ini tidak memiliki karakter. Ia lebih cocok jadi sutradara sinetron-sinetron di televisi kita.

Pemimpin harus jujur. Jujur untuk menjelaskan darimana kekayaannya yang jumlahnya luar biasa itu ia peroleh. Jujur untuk mengakui segala perbuatan jahatnya di masa lalu. Jujur untuk mengakui bahwa banyak tanggung jawabnya tidak dapat ia jalankan dengan baik. Pemimpin jujur tidak akan menutupi-nutupi ketidakberhasilannya dengan angka-angka palsu, sementara rakyat benar-benar menderita.

Jangan mau dipimpin oleh pemimpin yang tidak jujur. Biasanya orang jujur tidak suka memuji dirinya sendiri. Pujian itu akan datang sendiri, dengan tulus diberikan oleh rakyat. Pujian dari para tim sukses dan iklan-iklan itu semua palsu dan tidak tulus, tidak bisa dipercaya. Itu semua adalah bagian dari bujuk rayu. Pemimpin yang jujur tidak akan mau melakukan itu, ia akan tampil apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Pemimpin harus kompeten. Artinya pemimpin tahu benar apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki nasib bangsa ini. Korupsi harus diberantas. Ekonomi harus mandiri. Ekonomi rakyat harus ditegakkan. Semuanya itu gampang diomongkan. Pemimpin yang kompeten harus dapat menjelaskan bagaimana semua itu akan dapat diwujudkan. Caranya bagaimana dan kapan dapat diwujudkan. Jika pemimpin tidak mampu menjelaskannya berarti ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Menyerahkan nasib bangsa ini di tangan pemimpin seperti ini adalah sebuah kesia-siaan.

Jangan terkesima dengan yel-yel, slogan dan segala janji kampanye. Semuanya adalah buatan orang-orang yang dibayar untuk membuat itu. Mereka dibayar untuk memoles seorang pemimpin agar dapat tampil menyakinkan. Mereka akan membuat apa saja untuk membius rakyat. Mereka akan membuat apa saja agar rakyat percaya bahwa ia adalah pemimpin yang kompeten. Tapi ingat, makin banyak polesan, makin banyak kepalsuan ada dalam penampilan dan tutur katanya.

Bagi saya pemimpin muda, cerdas, jujur dan kompeten itu tidak ada di tahun 2009 ini. Oleh karenanya saya tidak akan berharap banyak kepada siapa saja yang memenangi pemilu sekarang. Lima tahun ke depan tidak akan ada lompatan apa-apa. Segunung persoalan negeri ini akan tetap ada bersama kita hingga di tahun 2014.


Technorati : , , , ,
Del.icio.us : , , , ,
Ice Rocket : , , , ,
Zooomr : , , , ,
Buzznet : , , , ,

Powered by Zoundry


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: