Oleh: pak mayar | Juli 23, 2009

Manipulasi DPT dari Pilgub Jatim Hingga Pilpres 2009

Pemilu Gubernur Jatim silam memunculkan catatan pedih bagi sejarah demokrasi kita. Muncul dugaan adanya manipulasi DPT. Tapi kasus ini tidak terungkap tuntas, hingga seorang Jendral polisi-kapolda Jatim memilih mundur karena ditekan atasannya untuk menghentikan kasus ini.

Atas nama stabilitas politik ….kebenaran disingkirkan. Dan diatas pengingkaran terhadap kebenaran itu kini Soekarwo Saiffullah Yusuf yang juga didukung Demokrat memimpin Jawa Timur. Kasus manipulasi pilgub Jatim di-peti-es-kan.

Dibawah bayang-bayang manipulasi DPT pilgub Jatim yang tidak tuntas itu kita kemudian menggelar pemilu legislatif 9 April 2009. Dan boooom…… kekacauan DPT merebak dimana-mana. Hingga hari ini tidak jelas berapa jumlah persisnya warga negara yang kehilangan hak politiknya. Ratusan, Ribuan atau jutaan ?

Ironisnya lagi tidak ada yang mau bertanggung jawab atas masalah tersebut. Pemerintah dan KPU saling lepas tangan. Menyedihkan. Harusnya kekacauan ini diusut tuntas. Pemerintah dan KPU harus menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi. DPT itu sumbernya dari siapa, dibuat tahun berapa, siapa yang mengolah datanya, siapa yang melakukan verifikasi. Dan yang penting mengapa bisa terjadi sekian banyak orang tidak terdaftar.

Pertanggungjawaban ini penting untuk menghapuskan kecurigaan adanya manipulasi DPT yang santer terdengar. Kecurigaan ini sah-sah saja selagi KPU dan pemerintah tidak mampu menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi dengan kekacauan DPT tersebut.

Kalau penduduk pendatang tidak masuk daftar, mungkin masih wajar. Orang yang meninggal masih masuk daftar juga masuk akal. Kesalahan terjadi karena data pemilih yang belum disesuaikan dengan data terkini. Up date data belum dilakukan.

Tapi kalau penduduk tetap yang selama 3 atau 4 pemilu sebelumnya selalu terdaftar tiba-tiba namanya tidak ada, ini butuh penjelasan. Apalagi jumlahnya banyak. Terjadi dimana-mana. Jika pemerintah dan KPU bertanggung jawab hal ini harus bisa dijelaskan dimana salahnya. Administrasi kependudukan kita rasanya tidaklah sebrengsek ini. Mana ada orang yang berpuluh tahun menetap disuatu tempat bisa raib datanya. Apalagi jumlahnya ribuan, tidak masuk diakal.

Ketika partai-partai protes keras SBY mengancam agar jangan galak-galak Jangan menuduh dirnya curang. Sambil menyatakan bahwa tahun 2004 ia juga dicurangi. KPU lebih hebat lagi ia menantang siapa saja yang bisa membuktikan adanya manipulasi DPT. Wuiihhh. Hebat kan. Dunia kita ini benar-benar terbolak-balik.

Kekacauan DPT yang terjadi di mana-mana itu fakta. Kalau kita meminta pertanggungjawaban, meminta penjelasan adalah hal yang wajar. Karena kita dirugikan. Karena demokrasi kita telah dicederai. Dan yang lebih penting kita tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Kenapa ? Ya karena yang ngurusin DPT itu kan pemerintah dan KPU. Bukan kita.

Jadi sebenarnya SBY dan KPU yang harus membuktikan bahwa mereka tidak curang, bahwa mereka tidak melakukan manipulasi DPT. Bukan sebaliknya.

Dua hari menjelang pilpres lalu Kubu Mega dan JK didukung beberapa organisasi keagamaan mendesak KPU untuk membuka DPT pilpres. Hasilnya mengejutkan, pemeriksaan bersama iitu menghasilkan angka 11 juta pemilih ganda hanya di pulau Jawa saja. Sesuatu yang tidak dibantah oleh KPU, yang untuk itu berjanji secar tertulis untuk mebereskannya. Tapi tidak jelas apa yang telah dilakukan KPU itu secara nyata mewujudkan janjinya

Pemilu presiden sudah berlalu tetapi kekacauan DPT pilpres lalu belum dapat dipertanggung jawabkan secara tuntas oleh KPU. Seperti manipulasi DPT pilgub Jatim dan kekacauan DPT pemilu legislatif 2009, kekacauan DPT pilpres kali inipun sengaja digantung. Tidak jelas apa yang sesungguhnya terjadi. Sepertinya memang ada kehendak kuat untuk tetap membuatnya tidak jelas. Tapi ini makin menunjukkan ada bau tidak sedap yang sengaja ditutup-tutupi.

Anehnya kubu SBY dan KPU sama-sama kompak menyatakan bahwa pemilu berlangsung lancar, aman, jujur dan adil. Sesuatu yang secara terang-terangan banyak ditolak oleh para pengamat politik dan kelompok-kelompok pro demokrasi. Bahkan kubu Mega dan JK menengarai adanya upaya kecurangan sistematis dilakukan dalam pemilu 2009 ini. Dan hari-hari ini mereka tengah berupaya untuk membuktikannya.

Bagaimana hasilnya nanti, kita tunggu saja. Kita semua berharap demokrasi janganlah dicederai. Karena jika itu terjadi sia-sialah kita memaknai kedaulatan rakyat sebagai kekuasaan yang tertinggi di negeri ini.

Technorati : , , , ,
Del.icio.us : , , , ,
Zooomr : , , , ,
Flickr : , , , ,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: