Oleh: pak mayar | Oktober 15, 2009

Pidato Seorang Anggota Parlemen Terpilih

Tuan-tuan menjadi kebahagiaan dan kemuliaan seorang wakil rakyat untuk hidup dalam persatuan yang amat erat, korespondensi yang sangat akrab dan komunikasi yang tak pernah putus dengan para pemilihnya.

Harapan-harapan mereka harus menjadi pertimbangan yang utama baginya, dan pendapat-pendapat mereka seharusnya dijunjung tinggi; dan kegiatan mereka memperoleh perhatian terus menerus. Adalah kewajibannya untuk mengorbankan waktu istirahat, kesenangan dan kepuasannya demi ketenangan, kesenangan dan kepuasaan mereka yang diwakilinya -dan yang lebih penting selalu dan dimana-mana, lebih membela kepentingan mereka daripada kepentingannya sendiri.

Tetapi ia tidak boleh mengorbankan pendiriannya yang lurus, penalarannya yang matang, suara hatinya yang jernih bagi anda, bagi siapapun, atau bagi kelompok masyarakat manapun juga. …Wakil anda mempunyai kewajiban kepada anda untuk memberikan bukan saja kerajinannya, melainkan pertimbangannya pula, dan ia akan berkhianat, bukannya mengabdi kepada anda, kalau ia mengorbankan pertimbangannya demi pendapat anda.

Menyampaikan pendapat merupakan hak setiap orang, pendapat para pemilih merupakan pendapat yang berbobot dan terhormat, yang harus selalu dipertimbangkan sungguh-sungguh oleh seorang anggota parlemen. Tetapi instruksi-instruksi otoritas, mandat-mandat katebelece yang dikeluarkan, yang mengikat anggota parlemen itu secara buta dan secara tersirat harus dipatuhinya, untuk memberikan suara, untuk mendukung argument-argumen yang mungkin bertentangan dengan keyakinan, pendapat maupun suara hatinya yang paling dalam – inilah yang sama sekali tidak dikenal oleh undang-undang negeri ini, sebab itu semua muncul dari kekeliruan mendasar seluruh penafsiran terhadap tatanan serta bunyi konstitusi kita.

Parlemen bukanlah konggres para duta besar dari berbagai kepentingan yang berbeda dan saling bermusuhan, yang harus mempertahankan kepentingannya masing-masing, sebagaimana seorang advokat klien melawan advokat klien lainnya, melainkan parlemen adalah suatu majelis permusyawaratan bangsa, dengan satu kepentingan, yaitu kepentingan semua -bukannya kepentingan-kepentingan setempat, bukan kecurigaan-kecurigaan setempat yang harus menjadi patokannya, melainkan kesejahteraan umum, yang timbul dari penalaran keseluruhan secara umum.

Memang anda memilih seorang anggota parlemen, tetapi begitu anda memilihnya, dia bukan lagi seorang wakil dari suatu daerah pemilihan, melainkan dia seorang anggota parlemen. (Edmund Burke,”Mengenai Pemilihan Anggota Parlemen” seorang filsuf, politikus, anggota parlemen Inggris 1766)

Powered by Zoundry Raven

Flickr : , ,
Zooomr : , ,
Del.icio.us : , ,
Technorati : , ,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: