Oleh: pak mayar | Oktober 28, 2009

Merdekakan Akal Anda Bung !

Anda pernah mendengar pemberontakan Entong Gendhut, pemberontakan Gedangan atau perlawanan kaum Samin. Menurut sejarawan Sartono K, sepanjang akhir abad 19 dan awal abad 20 pemberontakan petani secara sporadis terjadi dimana-mana.

Apa sebab kemunculannya tidak perlu kita perdebatkan lagi. Penetrasi ekonomi colonial mengubah kehidupan social petani sampai pada tingkat yang tak tertahankan lagi. Belum lagi kemunculan budaya Barat yang tentunya amat berbeda dengan alam pikiran masyarakat waktu itu. Maka lengkaplah sudah semua bentuk kemerosotan itu; politis, ekonomi, sosial dan budaya.

Ada berbagai bentuk perlawanan: kerusuhan , pembakaran kebun tebu, penolakan membayar pajak hingga perlawanan kepada pejabat pemerintah. Dari tujuannya muncul gerakan mesianisme (ratu adil), nativisme hingga revitalisme. Yang menarik sebagian besar memiliki ciri yang sama; didahului dengan munculnya pemimpin kharismatik dan kuatnya alam pikiran religiomagis sebagai ideologi perlawanan.

Alam pikiran religiomagis itu tidak saja membentuk gambaran tentang kehidupan ideal yang mereka cita-citakan, tetapi sekaligus menjadi alat untuk menyatukan dukungan dan kesetiaan pada pemimpin. Dan puncaknya tentu untuk mengobarkan perlawanan. Inilah yang terjadi ketika ritual-ritual dilakukan, jimat-jimat dibagikan dan pekikan Allahu Akbar diteriakkan dalam perlawanan fisik yang mereka lakukan.

Itulah respon masyarakat agraris tradisional terhadap kedatangan bangsa Barat dengan segala dampaknya. Respon kekalahan mengahadapi Barat. Barat yang tidak sepenuhnya mereka pahami.

Di luar spirit perlawanan heroik, yang muncul adalah sebuah kekonyolan. Barat yang modern itu dilawan dengan keyakinan dan teknologi tradisional. Akhirnya kekalahan tragis yang diderita. Jimat-jimat itu tak sanggup juga menahan panasnya timah pelor-pelor Belanda yang mendesing di tengah teriakan Allahu Akbar. Menembus kulit tubuh dan tumbanglah keberanian yang menggelora. Kerumunan massa yang mengamuk itu dengan mudah dihancurkan oleh polisi dan militer Belanda yang terorganisir dan modern.

Tetapi masa-masa ini segera berakhir ketika muncul masa Terang Budi. Pendidikan modern yang dibawa oleh penguasa colonial akhirnya melahirkan manusia-manusia Renaissance Indonesia. Tokoh-tokoh pergerakan nasional adalah contoh manusia-manusia baru Indonesia yang tidak lagi dikuasai alam pikiran religiomagis. Artikel-artikel bung Kalangwan banyak mengupas kegigihan mereka merengkuh alam pikiran baru yang membentang di hadapan mereka; alam pikiran rasional.

Akibatnya kekuasaan Barat itu dengan terang-benderang menampakkan wajah aslinya di mata kaum pergerakan -kolonialisme. Dengan cara berpikir baru, dengan kesadaran baru mereka membangun gerakan yang sungguh berbeda dari zaman sebelumnya. Alam pikiran religiomagis diganti pemikiran rasional, ideologi tradisional diganti ideologi modern, pemimpin kharismatik diganti organisasi modern, jimat-jimat digantikan pamflet dan majalah. Secara sungguh-sungguh kita memberinya makna sebagai “Kebangkitan Nasional”.

Memang sungguh unik, fajar Terang Budi itu muncul seiring dengan fajar nasionalisme kita. Dan oleh semua itu kemudian lahirlah bangsa Indonesia, lahirlah Negara Indonesia.

Kini masa itu telah lama berlalu, seabad telah lewat. Tetapi entah, di hari-hari terakhir ini sepertinya waktu ingin ditarik mundur ke belakang. Kembali ke masa silam, ke zaman abad gelap bangsa Indonesia. Mimpi-mimpi tentang khilafah telah membawa kita kembali ke masa silam. Masa di mana Barat tidak dilawan dengan akal, tetapi dilawan dengan kekonyolan. Dan yakinlah dengan itu kita tidak akan menang.

Selamat Hari Sumpah Pemuda Bung.

Merdeka, merdekakan akal anda !

Powered by Zoundry Raven

Flickr : , ,
Zooomr : , ,
Del.icio.us : , ,
Technorati : , ,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: