Oleh: pak mayar | Desember 11, 2009

Ujian Nasional dan Menteri Baru; Mengecewakan

Ternyata terjadi juga, Mendiknas baru tak berani menghapus Ujian Nasional (UN). Bahkan beberapa hari yang lalu diberitakan UN dimajukan bulan Maret 2010. Praktis kegiatan belajar efektif di kelas akhir tinggal 4 bulan lagi. Sisa bahan ajar yang ada harus dimampatkan, harus diselesaikan bulan Februari.

Mulailah kesibukan di kelas-kelas akhir. Siswa didril soal-soal latihan, pagi hingga sore. Bila masih tahan, malamnya didril lagi di bimbingan belajar. Kerja keras, harus begitu, insan Indonesia masa depan harus mampu melakukannya.

Tapi tak semuanya demikian. Ada yang santai-santai saja. Mereka sudah tahu dari kakak kelasnya; UN tak perlu dirisaukan. Guru-guru akan membantu, saat ujian nanti. Meski belajar ala kadarnya, nanti akan lulus juga. Pengalaman membuktikan demikian.

Pejabat diknas biasanya juga akan tutup mata. Mereka tak mau dipermalukan, dengan tingkat kelulusan rendah di daerahnya. Bila kelulusan mendekati 100% mereka akan sangat bangga. Itu bukti bahwa mereka telah mengurus pendidikan dengan benar. Menurut keyakinan mereka tentunya.

Ini kisah yang membosankan, sekaligus menyedihkan. Kisah anak-anak bangsa yang dibunuh karakternya, oleh para pendidik mereka. Kisah kebijakan bodoh yang dibuat oleh kementrian yang justru punya tugas memberantas kebodohan.

Pak Nuh yang baik, tak perlulah saya banyak berkata-kata. Banyak pakar pendidikan telah menyampaikan argumennya tentang UN dan permasalahannya. Anda tentu sanggup merangkumnya, menarik kesimpulan dari seluruh argument yang ada, dan mengambil sikap secara benar dan cerdas.

Tapi jika anda tetap tak menggubrisnya (karena nampaknya demikian) pertimbangkan satu permintaan saya. Buatlah satu paket soal UN dan wajibkan para guru mengerjakannya layaknya siswa ujian. Jika nilainya memuaskan (rata-rata 10 atau 9 boleh juga) silakan lanjutkan rencana anda. Tapi jika nilainya cukup (rata-rata 7) atau kurang (rata-rata di bawah 7) bahkan sangat kurang (rata-rata di bawah 5) masihkah anda bersedia mempertimbangkan kembali kebijakan anda ?

Ah apalah artinya saya, anda tentu tak akan mempedulikannya. Suara satu guru tak akan ada harganya. Tidak layak untuk didengar. Apalagi oleh orang sepenting anda. Jika pun tulisan ini mampir di meja anda, ia tak akan berlama-lama, karena kotak sampah di ruangan anda lebih pantas menerimanya. Benarkah demikian, pak Nuh yang baik ?

Powered by Zoundry Raven

Flickr :
Zooomr :
Del.icio.us :
Technorati :


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: