Oleh: pak mayar | November 27, 2013

K13 dan Konvensi UN

Politik pendidikan di Indonesia memang parah. Parah gimana? O parah banget, karena kebijakan pendidikannya kadang dibuang dengan main kayu main kuasa. Contoh terbaru ya K13 dan konvensi UN kemarin adalah buktinya.

K13 yang jelas-jelas masih banyak ditentang oleh banyak pakar pendidikan di negeri ini ya tetap saja dipaksakan untuk dijalankan. Seakan-akan para pakar itu dianggap nggak punya urusannya dengan kurikulum nasional.

Pakar pendidikan saja pada nggak digubris, apalagi masyarakat yatu orang tua, dunia usaha, bahkan siswa uuhh sama sekali nggak digubris. Pokoknya maunya pak Menteri (ssst katanya didukung Pak Budiono) dan timnya harus diterapkan tahun 2013 ya harus jalan.

Pun itu juga terjadi pada konvensi UN kemarin. Boro-boro diskusi yang jernih dan cerdas tentang UN eh yang ada juga cuman mobilisasi kebijakan. Sudah ada skenario bahwa UN tetap harus dijalankan dari sebelum konvensi dilakukan, heheheh lalu apa gunanya konvensi?

Ironis, kementrian pendidikan rasanya punya tanggung jawab besar untuk memberi teladan bahwa kebijakan apapun yang dibuatnya mestinya harus berdasarkan kajian yang secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu mendikbud rasanya sangat pantas memberi teladan sikap etis seorang pejabat, bahwa di masa akhir jabatannya sungguh tak elok membuat keputusan yang sangat strategis yang akan mengikat penggantinya kelak.

Eh Etis? Kayaknya pejabat kita banyak yang lupa deh makna kata ini. Huuuuhhh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: