Oleh: pak mayar | Desember 21, 2013

Tongkat Raja Bengkulu

5-Refplika-Tongkat-Raja-Bengkulu-Di-Mesium-Masri-2-327x500

Minggu-minggu ini Bengkulu heboh soal Tongkat Raja Bengkulu. Adalah harian lokal Rakyat Bengkulu yang pertama mengekpos tentang raibnya benda bersejarah provinsi Bengkulu ini.

Alkisah, pada tahun 1752, Raja Bengkulu memberikan hadiah kepada Residen Yoseph Hoarloik Esquirre. Setelah disimpan di Inggris selama 241 tahun, tongkat tersebut dikembalikan pada Pemda Provinsi pada 1993.

Benda bersejarah ini kemudian disimpan di Museum Negeri Bengkulu hingga tahun 1997. Sesudah dibuat tiruannya tongkat yang asli di kembalikan ke Gedung Daerah, tiruannya dipamerkan di museum.

Dah, tiba-tiba saja di akhir tahun 2013 ini di Gedung Daerah tak ada lagi yang mengetahui keberadaannya, hingga akhirnya seorang pegawai gudang menemukannya di gudang dalam keadaan rusak karena emasnya sudah tidak ada lagi. Oh ya tongkat ini berbentuk ular, kepala dan ekornya terbuat dari emas 24 karat.

Siapa yang mengambil emasnya sudah pasti sulit sekali untuk melacaknya. Nah hari ini seorang pejabat provinsi bilang soal emas akan diganti dan akan dianggarkan oleh pemda provinsi.

Wah aneh banget kan? Memang kalau emasnya sudah diganti masalah lalu selesai. Diganti dengan apapun itu tetaplah emas palsu, bukan yang aslinya, ahistoris, masih lebih baik kalau tongkat itu kita rawat tanpa kita pasang emas baru, karena itulah tongkat yang asli alias otentik alias historis. Toh tongkat tiruan kita sudah punya yang kita pamerkan di museum.

Jadi, kalau memang masih bisa diusut ya kita usut siapa yang ambil dan dimana emasnya kini. Kalau tidak bisa ya sudah, tongkat yang asli betapapun tidak lengkap lagi harus kita rawat sebagai benda bersejarah kita apapun adanya. Meskipun emasnya copot tongkat itu tetaplah benda bersejarah yang amat tinggi nilainya.

Kenapa nilainya tinggi? Ya itu mungkin satu-satunya benda peninggalan raja Bengkulu yang masih bisa kita miliki. Satunya-satunya benda peninggalan yang  kita abaikan tidak kita hargai. Ah kalau begini kejadiannya akan lebih baik kalau benda bersejarah ini tetap ada di Inggris sana.

 


Responses

  1. harus diusut tuntas dulu, emas itu siapa yang mengambil, trus dijual kemana? berapa harganya? kalau dijual di prapto ditimbang terus dibikin cincin, tragis nian nasibnyo

  2. pada nggak punya kesadaran sejarah, benda bersejarah kok kayak mainan anak saja boleh di tambal sulam

    Parah, kayak gub yg dulu, membuat “terowongan Inggris” menembus benteng Malaborough, gerbang pecinan, gerbang makam Inggris emuanya ahistoris


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: